alumniti

Kinerja (performance) adalah hasil kerja yang bersifat konkret, dapat diamati, dan dapat diukur. Ada tiga macam kinerja dalam organisasi yaitu : kinerja organisasi, kinerja proses, dan kinerja pegawai. Kinerja organisasi adalah kinerja yang ditunjukkan oleh organisasi secara keseluruhan, suatu kegiatan organisasi yang secara aktual dapat dicapai. Kinerja proses adalah kinerja yang ditunjukkan oleh proses yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan kinerja pegawai adalah kinerja yang ditunjukkan oleh seorang pegawai atau sekelompok pegawai (Irawan, 2000)
Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penentu yang berperan aktif dalam menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuannya. Tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena upaya para pegawai yang terdapat dalam organisasi untuk berkinerja dengan baik. Antara kinerja perorangan dengan kinerja lembaga terdapat hubungan yang erat. Dengan kata lain apabila kinerja perorangan baik maka kemungkinan besar kinerja lembaga juga baik (Prawirosentono, 2004).

Untuk meningkatkan kinerja pegawai secara maksimal, pegawai membutuhkan motivasi kerja. Menurut Danim (2004), motivasi kerja merupakan proses mental di dalam diri seseorang pegawai untuk berbuat dan berkarya dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Dalam upaya mendapatkan hasil kerja yang maksimal maka pegawai perlu didorong dengan motivasi yang kuat. Seseorang yang memiliki motivasi kuat dan berusaha keras mewujudkan keinginannya tidak hanya bekerja dengan keras dan menyatu dengan pekerjaannya, namun juga memiliki prinsip prinsip yang fleksibel, bersedia menerima perubahan bila perubahan tersebut mengarah pada tercapainya tujuan, demikian pula terhadap resiko yang diembannya dan disiplin kerja. Dengan demikian motivasi kerja memiliki peran penting dalam suatu sistem organisasi dan berpengaruh terhadap hasil kerjanya.

Selain motivasi, pegawai juga membutuhkan pengembangan karir pada organisasi tempat bekerjanya. Karir bukanlah sesuatu yang harus diserahkan begitu saja kepada setiap karyawan, melainkan karir haruslah dikelola oleh organisasi untuk memastikan alokasi sumber daya dan modal yang efisien. Proses penyusunan jalur karir didalam sebuah perusahaan disebut perencanaan karir organisasional. Perusahaan harus menjalankan program perencanaan karir organisasional hanya apabila program itu memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan organisasional. Oleh karena itu, dasar pemikiran dan pendekatan terhadap program perencanaan karir bervariasi diantara berbagai perusahaan.

Menurut Simamora (2003), pada umumnya, program pengembangan karir dilaksanakan dengan tujuan untuk sebagai berikut : (1) pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif, (2) kesempatan penilaian diri bagai para karyawan untuk memikirkan jalur-jalur karir tradisional atau yang baru, (3) pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien didalam dan diantara divisi, (4) kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan, (5) peningkatan kinerja melalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertikal dan horisontal, (6) sebuah metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan.


( materi selengkapnya silahkan download disini … )
0 Responses

Poskan Komentar